Prediksi judi bola – Visi di dalam mencari sumber penghidupan.November 25, 2014November 25, 2014agenbola

Liga sepakbola dalam Myanmar start menunjukkan perbaikan pada sejumlah tahun belakangan. Tidak heran bila kesebelasan nasional U-19 mereka belakangan mencuat atau nantinya team senior hadir cakap dalam Piala AFF 2014. Laga sepakbola di ‘Negeri Tanah Emas’ tersebut memanglah selagi membenahi.test1

Tahun 1996 tercatat memerankan awal dimulainya liga sepakbola pada Myanmar. Namanya Myanmar Premier League (MPL). Liga tersebut berjalan selama 13 tahun hingga dan kemudian usai dalam tahun 2009.

Mengingat keadaan kebijakan Myanmar saat itu, dipastikan klub-klub kontestan liga pun pula tidak skuad sembarangan. Mulai tahun 1962 hingga 2011, Myanmar ada untuk pasungan penguasa yang otoriter. Yang paling kronis adalah junta militer sejak 1997 sampai 2011. Mengenang situasi tersebut, sebagian gede berkandang pada Yangon –ibukota Myanmar sebelum transmigrasi ke Nay Pyi Taw, serta merupakan milik kementerian pemerintah dan cuma beberapa klub swasta.

Untuk periode waktu ini, team nasional Myanmar kendati seakan sukar berprestasi. Mereka tak pernah mengambil piala, terlebih lagi di arena regional Asia Tenggara. Raihan terpilih Myanmar hanyalah memerankan semifinalis Piala AFF dalam tahun 2004.

Myanmar National League Tampil Era Baru

Selepas MPL, ada liga modern pada Myanmar. Liga menyerap ke era berpengalaman dgn identitas Myanmar National League (MNL). Tatkala itu, tahun 2009, menjadi musim pertamanya.

Di gelaran pertamanya, MNL diikuti pada delapan pasukan trendi. Pemain itu yaitu pasukan swasta yang muncul bertepatan dengan bergulirnya musim perdana kasta tertinggi sepakbola negeri yg termashur dengan batu gioknya ini.

Sekitar enam musim MNL berjalan, dua club maka penguasa: Yangon United & pula Yadanarbon FC. Dua-duanya sama-sama tiga kesempatan berjaya memerankan juara MNL.

Tatkala gelaran Piala Asia U-19 di Myanmar di dalam bulan Oktober lalu, detikSport ada peluang buat menengok keliru kandang Yangon United. Kebetulan, kru nasional Indonesia U-19 berlatih di kandang Yangon United, Yangon United Sports Complex.

Tidak bayangkan area Yangon United itu adalah stadion megah. Jika Anda pernah datang di stadion Surajaya, Lamongan, kandang Persela Lamongan yang berkapasitas 15. 000 orang itu jauh semakin gede. Kapasitas Yangon United Sports Complex cuma 3. 500 orang.

Lokasi zona Yangon United bertentangan, disewakan guna umum saat sedang tidak dipakai. Sekitar orang2 ekspatriat bersama warga Myanmar tampak mencari keringat dgn main sepakbola. “Kami betul-betul lazim mengontrak dan main di sini, ” ucap salah seorang ekspatriat dr perseroan telekomunikasi yang sedang menyusun jaringan dalam Yangon.

Gak cuma itu, toko merchandise kendati juga ada. Ukurannya gak besar betul-betul, cuma kurang lebih 6×6 meter. Tetapi, barang yg dijajakan benar2 sempurna lengkap. Atas jersey, celana skuad, kaos kaki, mug, sampai gantungan kunci.

Sponsor kendati pula gak ketinggalan. 1 buah perusaahan apparel dr Thailand, Grand Sport, & juga Asia Green Development Bank (AGD), setia sebagai penyokong dari team ini tampil tahun 2009 itu.

Satu pujian juga dikasih oleh setiap warga Yangon detik tersedia seseorang yang memakai jersey resmi pasukan. “Jersey resmi Yangon United. Bagus-bagus, ” ucap salah seorang yang tahu detikSport mengenakan jesey Yangon United di salah satu jalan di sekitar Sule Pagoda.

Lumrah kalau klub-klub di Myanmar mesti kreatif bagi mencari dana utk sanggup hidup. Omongan dgn seorang sopir taksi, Aung San, siap menjawab pertanyaan itu.

“Di Myanmar, kami tidak sanggup berutang, tidak ada yg namanya pinjaman. Segala mesti dibayar dengan uang tunai. Kartu kredit juga nggak diizinkan sama pemerintah, ” ujar pria yang sempat mengembara ke Malaysia tersebut.